Senin, 06 April 2026

Kejatuhan Manusia: Renungan Paskah 2026

  Selama mengikuti Misa Trihari suci kemarin, beberapa waktu lamunanku membayang pada pertanyaan-pertanyaan yang cukup mengganggu pikiranku. Sebuah permenungan yang mengarahkanku kepada alasan-alasan kenapa manusia bisa jatuh. Aku ingin berbagi pertanyaan-pertanyaan ini barangkali teman-teman sekalian lebih tahu atau lebih bingun daripadaku.

     Pertanyaan awal terpicu dari pernyataan dalam homili romo pada saat Minggu Palma ̈Massa yang sama yang mengelukan kedatangan Yesus dengan daun Palma, beberapa hari kemudian menyerukan untuk penyalibannya ̈

̈Ah, apa iya?̈ pikirku diawal, tapi kemudian seminggu berikutnya muncul pertanyaan-pertanyaan dalam kepalaku. diluar sisi magis keilahian bahwa kejadian tersebut sudah diramalkan alkitab, dan harus terjadi. Pikiran logisku memberontak menanyakan hal-hal logis reflektif.

̈kenapa tidak ada yang menyelamatkan Yesus?̈bukankah massa pengikut Yesus cukup banyak. Apakah ada yang menggerakkan massa tersebut?

̈kenapa massa yang mencari Yesus terjatuh (kaget?) saat Yesus menjawab ̈akulah yang kamu cari.̈? jangan-jangan mereka tidak tahu bahwa yang mereka elukan adalah Yesus? atau mereka baru tahu orang tersebut bernama Yesus?

"Kenapa Yudas mengkhianati Yesus? Benarkah dia mengkhianati Yesus? padahal sudah diberi petunjuk saat perjamuan terakhir? Kenapa dia tergiur dengan uang? untuk apa uang tersebut, jika dia murid Yesus yang terpilih dan telah lama mengikuti Yesus seharusnya dia hidup sederhana dan melihat banyak banyak keajaiban." "Mungkinkah Yudas satu-satunya murid Yesus yang paham dengan petunjuk yang diberikan?" -Pertanyaan reflektif- jika saya diposisinya, berapa saya rela dibayar untuk menyerahkan guru saya? coba jawab sendiri tidak perlu diumbar, hindari sok pahlawan ya.

Kenapa Petrus dan murid yang lain tidak mencoba menyelamatkan Yesus? dengan mengumpulkan dukungan, atau cara lain. apakah mereka tidak terpikirkan hal tersebut?

Kenapa Pontius Pilatus akhirnya menghukum Yesus? padahal dia berkuasa, tapi kekuasannya kalah dengan massa? Kenapa namanya lebih berharga untuk dimasukkan dalam doa "Aku Percaya", padahal posisinya hanya gubernur? bukan raja atau kaisar.

Siapa yang menggerakkan massa? Siapa yang membayar Yudas, dan yang lain, mungkin? Apakah Imam-Imam kepala? atau ada tangan lain yang tidak tercatat, tidak tampak, tapi mampu dan ahli strategi. Ibliskah? atau ada manusia disana?

Wah, jadi panas pikiranku mencoba memikirkan hal-hal tersebut dengan kedangkalan ilmu ku. Sepertinya harus belajar lebih jauh tentang alkitab dan sejarah di dalamnya.

Apakah kamu sudah tahu jawaban-jawabannya dan yakin? atau masih perlu belajar sepertiku? kasih komentar info-info yang dapat sedikit menambah pencerahan.


Salam Cius,

050426 - AK. Novianto